fbpx
Reading Time: 3 minutes

Commerce Content is independent of Editorial and Advertising, and if you buy something through our posts, we may get a small share of the sale.

Rasanya sudah lama sekali tidak memainkan game yang berbasis RPG, Bila di ingat-ingat sekitar di jaman PS2 dan Nintendo DS yang masih mengeluarkan game Final Fantasy. Karena sekarang saya lebih menyukai untuk memainkan game yang berbasis MOBA, selain karena durasinya yang singkat juga terasa lebih seru.

Sebenarnya di ios sendiri sudah ada game yang genre RPG original Final fantasy yang di format ulang dari game Nintendo Ds, namun harga dan kebutuhan ruang simpan masih jadi hambatan untuk memainkannya.

Namun kini ada Fantasian, game berbasis RPG yang diciptakan oleh oleh Hironobu Sakaguchi bapaknya Final fantasy, baru saja dirilis secara eksklusif untuk dimainkan di Apple Arcade. Tidak ada salahnya untuk berpetualang kembali dengan suasana ciri khas Final Fantasy yang kental kan?

Semula memang ragu untuk memainkan Fantasian yang berbasis RPG  ini karena pasti butuh waktu lama untuk menyelesaikan jalan cerita, tapi tangan ini gatal untuk mengunduhnya ini di Apple Arcade, dengan asumsi bila game ini tidak bagus alias membosankan maka akan dihapus saja dan kembali bermain game-game MOBA.

Disinilah keunikan game Fantasian ini, ketika memainkannya pertama kali terasa ciri khas kental dari game Final Fantasy. Saya bisa memainkannya seperti halnya membaca buku, kapan saja dimana saja ketika ada waktu tanpa harus takut mengalami lag seperti game MOBA yang membutuhkan jaringan internet untuk bermain..

Jalan Cerita

Game Fantasian, Rasa Final Fantasy

Dengan latar belakang yang dibuat dari lebih dari 150 diorama buatan tangan,  memadukan lingkungan fisik dengan karakter 3D, dalam cerita Fantasian pemain utama akan  berperan sebagai “Leo,” yang terbangun dan menemukan dirinya tersesat di negeri asing dengan hanya satu memori yang tersisa.

Kisah ini dimulai di dunia yang diatur oleh mesin. Dalam alam semesta multi-dimensi ini, keseimbangan “Chaos and Order” menjadi faktor kunci dalam perjuangan mengembalikan keseimbangan alam ini dan intrik para dewa yang juga ingin ikut mengontrolnya. Pemain akan berperan sebagai protagonis, Leo, yang terbangun dari ledakan besar hanya untuk menemukan dirinya tersesat di negeri asing dengan hanya satu memori tersisa padanya.

Saat pemain memulai melakukan perjalanan untuk menemukan kembali ingatan Leo, mereka akan mengungkap misteri infeksi mekanis aneh yang perlahan menelan semua yang diketahui umat manusia. Kisah menawan ini ditulis oleh Sakaguchi dan dilengkapi dengan soundtrack yang luar biasa oleh komposer Final Fantasy ternama, Nobuo Uematsu. Jalan cerita yang selalu bikin penasaran dan sama sekali baru membuat saya bertahan untuk memainkannya sampai akhir.

Game Fantasian, Rasa Final Fantasy

Game ini menyertakan mekanisme pertempuran baru termasuk “Pertempuran Dimengeon”, yang memungkinkan pemain mengirim musuh yang menghadang di jalan dengan mengirimkan mereka ke dimensi terpisah untuk menyederhanakan pertempuran dan memaksimalkan eksplorasi. kita bisa mengumpulkan musuh yang muncul secara mendadak dan bertarung disaat dibutuhkan atau ketika Dimengeon sudah terisi penuh (maksimal 30 musuh bisa disimpan).

Pertempuran dadakan yang sering muncul ketika sedang eksplorasi Ini biasanya yang bikin saya mengantuk karena bosan dalam memainkan game final fantasy, meskipun memiliki fungsi untuk bisa meningkatkan keterampilan dan pengalam namun cukup membosankan. Soundtrack game ini dibuat oleh Nobuo Uematsu, yang dikenal karena karyanya pada seri game Final Fantasy dan judul lain seperti Lost Odyssey dan Blue Dragon.

Menurut wawancara yang diberikan kepada LA Times, Sakaguchi menemukan inspirasi untuk membuat Fantasian tersebut dengan memutar ulang Final Fantasy VI, yang menawarkan sejumlah pengingat dan pelajaran untuk pengembangan game seluler modern.

“Dulu, semuanya dilakukan dalam kotak ,” kata Sakaguchi, “Karaktermu akan berpindah dari satu kotak pada satu waktu. Itu seperti memperkenalkan elemen seperti teka-teki, di mana kamu mungkin melihat kotak harta karun yang tidak bisa kamu akses. Tapi bila berjalan di sekitar gedung dan melewati pintu belakang, mungkin bisa meraih peti itu.

Fantasian kini tersedia di iPhone, iPad, Mac, dan Apple TV. ‌‌Apple Arcade‌‌‌‌‌ yang dihargai mulai  Rp 115.000 dan harga tersebut memungkinkan seluruh keluarga untuk ikut  bermain game tanpa iklan atau pembelian dalam aplikasi tambahan.

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.