31/10/2020

Virtual Reality Gadget, Reality Yang Menyakitkan

Virtual Reality Gadget, Reality Yang Menyakitkan

Membayangkan menonton film serasa memiliki bioskop pribadi, layar yang lebar, suara mengelegar dan duduk sendirian, tanpa ada gangguan dari penonton usil yang sibuk chating didalam bioskop, atau mencoba sensasi berpetualang ke negara lain dengan layar berputar 360° yang tentunya kedengarannya sangat menarik, itu yang saya bayangkan ketika mendengar tentang Virtual Reality gadget. ditambah hadirnya film Ready Player one dari Sutradara Steven Spielberg yang oke banget itu, jadi bertambah ingin punya Virtual Reality gadget.

Apa itu Virtual Reality

Teknologi ini mampu membawa pengguna dalam lingkungan dunia virtual, yang sepenuhnya dihasilkan oleh komputer. Pengalaman VR paling canggih bahkan mampu memberikan kebebasan  mendengar dan bergerak bagi penggunanya, Alat pengendali khusus juga bisa ditambahkan untuk meningkatkan pengalaman masuk dunia VR.

Untuk mengalami realitas virtual, Pengguna perlu memakai headset VR khusus. Kebanyakan headset VR terhubung ke komputer atau konsol game, tetapi ada perangkat yang mandiri (Google Cardboard termasuk yang paling populer) juga. 

Kebanyakan headset VR yang Mandiri dikombinasikan dengan smartphone, Anda memasukkan smartphone, memakai headset, dan membenamkan diri dalam realitas virtual.

Pernahkah Anda memperhatikan ikon kardus kecil ketika menonton video di YouTube? Ini memungkinkan mode 360°, yang berarti Anda bisa menggunakan headset VR dan menonton video yang sangat imersif. Video 360° juga dianggap sebagai bentuk VR.

Perkembangan Virtual Reality

Perkembangan VR yang pesat, di tandai dengan banyaknya gadget VR yang berkembang dan juga dukungan software aplikasi, yang terus disempurnakan untuk mengakomodasi kebutuhan VR agar lebih sempurna.

Walau sempat diragukan mampu bertahan dan berkembang dimasa depan, ternyata teknologi VR mulai juga dikembangkan di dunia perawatan kesehatan dan pendidikan. Bahkan teknologi ini diharapkan bisa menjadi terobosan, untuk memasukkan manusia kedunia virtual secara utuh dan berinteraksi layaknya secara fisik, yang tentunya akan menjadi terobosan perkembangan market bisnis jenis baru. Konsumen bisa mencoba barang terlebih dahulu yang dijual tanpa harus berada di Toko fisik, atau berkunjung ke dokter tanpa harus datang ke klinik. Ini mungkin akan sama seperti halnya transformasi dibidang musik yang dulunya masih berbentuk fisik (kaset) yang menjadi data yang kepemilikannya mampu di dikirim melalui jaringan internet.

Kenyataan yang pahit

Harga yang Masih relatif mahal untuk ukuran VR yang berkualitas, tanpa pengaruh tampilan screen door effect (effek bergaris seperti menonton TV atau layar yang terlalu dekat) yang menyebabkan mata harus di istirahatkan, sekian menit agar tidak mengalami pusing atau mual.

VR Mandiri memang bisa digunakan untuk sekedar menonton video 3D, yang bisa didapatkan di youtube, tapi tidak disarankan untuk menonton film dengan durasi yang cukup lama,  tentunya anda tak ingin buang-buang waktu menyakiti mata, hanya demi kualitas gambar yang dihasilkan masih buruk sementara tampilan film dibioskop sudah mulai HD.

Kesimpulan

Dunia VR memang menjanjikan kedepannya, tapi masih dibutuhkan pengembangan lebih lanjut bisa masuk dan menjangkau lapisan masyarakat, agar semua bisa menikmatinya, tanpa itu teknologi ini akan menjadi teknologi prematur karna hanya bisa dinikmati oleh sedikit orang. 

Leave a Reply

Back to Top